PENJELASAN MENGENAI DAMPAK REVOLUSI 4.0

Revolusi Industri 4.0 tidak bisa dihindarkan. Tuntutan perkembangan teknologi ini membawa kita semua untuk siap menghadapi berbagai innovation di berbagai lini. Dapat dilihat dengan maraknya ekspansi dunia digital dan internet ke Sebagai generasi muda juga mempunyai peran besar dalam melahirkan insan karakter dan kritis. Ada 4 hal penting di era Revolusi Industri 4.0 yaitu critical thingkingcreativitycommunication, dan collaboration.

Selama 3 tahun terakhir, Wonderful Indonesia mendapatkan lebih dari 100 penghargaan dari berbagai negara. Hal ini tidak lepas dari keberhasilan event pariwisata yang dilaksanakan Kemenpar di bawah kepemimpinan Arief Yahya sejak menjabat sebagai Menteri Pariwisata. Arief Yahya sendiri pernah menjadi Direktur Utama PT Telkom Indonesia. Pada saat dilantik oleh Presiden Jokowi, Kementrian Pariwisata yang di bawah kendali Arief ditargetkan untuk meraih 20 juta wisatawan mancanegara (wisman) sampai tahun 2019. Pada 2017 kemarin, wisman sendiri mampu mencapai 15 juta kunjungan ke Indonesia.

Dalam mendorong pengembangan pariwisata, pada tahun 2018 Arief Yahya selaku menteri Pariwisata menekankan pentingnya perkembangan teknologi dalam mendorong sektor pariwisata di Indonesia.

Beberapa hasil yang didapatkan pada periode Menteri Arief Yahya adalah, seperti pada tahun 2017 Indonesia mampu masuk diposisi 50 besar dunia tepatnya posisi 42 dunia di sektor pariwisata. Menteri Pariwisata juga mengajak seluruh pemangku kepentingan lain membangun sektor pariwisata dalam konsep ABGCM (AcademicBusinessGovernmentCommunity, dan Media).

Lalu, bagaimana dengan Generasi Milenial? Menurut Pew Research Center, generasi milenial adalah generasi yang terlahir antara tahun 1981 sampai 1996. Generasi tersebut dianggap lebih suka menghabiskan uang untuk pinik dibandingkan membeli rumah. Jika mengacu pada tahun 1998, usia generasi Milenial saat ini adalah berusia antara 22 tahun hingga 37 tahun.

Senior Director Global Lead Consumer Industries Accenture Consulting menyatakan bahwa ada 60 persen populasi milenial secara global di tahun 2020 akan berada di Asia. Oleh sebab itu, milenial adalah sebuah potensi besar di Industri Pariwisata. Karakteristik milenial sendiri adalah mudah beralih dan pilih alternatif lain yang lebih bisa memberikan keuntungan. Milenial juga ingin sebuah kemudahan dalam berbagai aktivitas nya, hal ini bisa dimaksimalkan dengan penggunaan teknologi digital.

Menurut survei yang dilakukan Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) Generasi Milenial menjadi paling dominan dalam penggunaan internet. Internet sangat bermanfaat mengenalkan potensi wisata daerah kepada semua orang baik dalam skala nasional maupun internasional.

melihat generasi milenial yang lebih suka menghabiskan waktu dan materi untuk piknik. Ini tentu akan sangat baik ketika pemanfaatan internet dengan suka piknik dikolaborasikan dengan pengenalan tempat piknik kedalam dunia digital. Dan dua hal ini dimiliki oleh generasi milenial.

Presiden Republik Indonesia, Ir. Joko Widodo dalam media sosialnya mengatakan. ” Kita ingin mendatangkan wisatawan yang banyak dari mancanegara. Untuk itu, kita perbaiki fasilitas infrastruktur, landas pacu bandara diperpanjang, terminal diperbaiki, jalur transportasi diperbaiki, hotel dan lain-lainnya kita siapkan. Cukup ? Ternyata tidak.

Kecanggihan teknologi yang tidak bisa kita negasikan dalam kehidupan bermasyarakat apalagi dalam dunia usaha. Dalam dunia usaha perubahan ini perlu disikapi secara cepat dan persiapan yang matang. Langkah antisipatif menjadi keharusan untuk segera  dilakukan baik dari sisi bisnis proses maupun hubungan dalam perusahaan agar eksistensi perubahan tetap terjaga.

Bisnis proses yang perlu menyesuaikan perkembangan zaman dan kebutuhan pasar secara efektif dan efisien agar mampu memberikan added value yang signifikan bagi perusahaan. Treatment terhadap sumber daya manusia juga menjadi perhatian yang sangat penting bagi perusahaan. Selain itu, Perubahan hubungan industrial juga perlu dibangun secara harmonis agar pencapaian tujuan perusahaan dapat secara bersama – sama dijalankan.

Baik Bisnis proses, pengelolaan Sumber daya manusia maupun hubungan industrial perlu dijalankan secara paralel. Mengingat dampak dari revolusi industry 4.0 sangat erat kaitan dengan tiga aspek tersebut.

Bagi Perusahaan perubahan tersebut tentu sangat menguntungkan, tetapi dari aspek sumber daya manusia akan membawa dampak yang cukup berbahaya apabila tidak dikelola dengan baik. Penyesuaian kerja manusia menjadi robotik tentunya membawa dampak pada pengurangan jumlah tenaga kerja yang ada dalam perusahaan. Akan banyak aktivitas manusia yang punah karena telah digantikan oleh mesin – mesin melalui artificial intelligence

Secara culture akan berdampak pada perubahan hubungan dan aktivitas manusia dan atau robot di dalam Perusahaan. Jika hubungan industrial sudah terbangun secara harmonis tentu akan sangat membantu tetapi apabila kondisi tersebut tidak terjadi maka akan menjadi persoalan baru bagi perusahaan. Alih — alih ingin menyesuaikan perkembangan zaman berakibat pada rumitnya proses penyelesaian hubungan industrial.

Leave a comment

Design a site like this with WordPress.com
Get started